Asosiasi Analis Efek Indonesia telah berdiri sejak tahun 2003. Pada awalnya AAEI didirikan untuk menyatukan Analis – Analis yang ada dilingkungan Industri Pasar Modal. Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) banyak memberikan kontribusi bagi industry pasar modal dengan melakukan berbagai kegiatan seperti, seminar, workshop, pelatihan serta kumpula bareng analis yang sudah dilakukan secara berkesinambungan. Analis yang tergabung di AAEI pada awalnya hanya Analis Saham. Namun saat ini semakin berkembang dan tidak saja Analis Saham namun juga Analis Fixed Income dan Analis di Reksadana (Asset Manajemen).

Jumlah Anggota AAEI saat ini kurang lebih mencapai 500 orang anggota. Dimana anggota tersebut terbagi menjadi 2 (dua) anggota yang belum memiliki sertifikasi dan anggota yang telah memiliki sertifikasi Analis seperti CSA (Certified Securities Analyst) maupun RSA (Registre Securities Analyst). AAEI pertama kali menyelenggarakan pelatihan CSA pada tahun 2012 yang dilaksanakan di MM UGM Jakarta.

AAEI sebagai Asosiasi yang mencetuskan adanya Sertifikasi Profesi berbasis kompetensi yang akhirnya di ikuti oleh Asosiasi – Asosiasi lain dalam membangun sertifikasi kompetensi bagi anggotanya. Saat ini industry Pasar Modal telah memiliki LSPPM (Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal) yang dipelopori oleh AAEI (Asosiasi Analis Efek Indonesia). Ketua Umum AAEI periode saat ini adalah Haryajid Ramelan CSA. AAEI merupakan member dari APPMI (Asosiasi Profesi Pasar Modal Indonesia) sejak pertama APPMI di dirikan. Masuknya AAEI kedalam APPMI merupakan upaya penguatan wadah organisasi Profesi yang ada di Pasar Modal dalam menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Selain AAEI yang bergabung di APPMI, diantaranya adalah AWP2EI, AWPEEI, dan IPEI.